Senin, 17 September 2012

EK.PEMBANGUNAN-Membangun Perekonomian Melalui Penciptaan Lapangan Kerja



Perekonomian dalam suatu negara adalah salah satu hal vital yang akan mempengarhi bidang lain yang berkaitan dengan kehidupan seluruh elemen di negara tersebut. Maka dari itu, pembangunan perekonomian sangatlah penting untuk diperhatikan keberlangsungannya. Dalam melakukan pembangunan perekonomian disuatu negara, ada beberapa pola pembangunan perekonomian yang dapat diterapkan. Pembangunan ekonomi dapat dilakukan dengan melakukan penghapusan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, pembangunan yang berorientasi pada pertumbuhan dan pemenuhan kebutuhan pokok. Masing-masing mempunyai keunggulan serta kelemahan tersendiri. Namun jika disesuaikan dengan keadaan Indonesia saat ini, pasti ada satu pola pembangunan perekonomian yang paling cocok. Dalam bahasan selanjutnya, saya akan memilh satu pola pembangunan yang menurut saya paling cocok diterapkan dalam pembangunan perekonomian di Indonesia saat ini.
Permasalahan perekonomian di Indonesia yang sampai saat ini belum jelas penyelesaiannya tidak lepas dari problematika lapangan kerja sebagai salah satu faktor perkembangan perekomomian di sebuah negara. Berangkat dari hal inilah, saya menilai bahwa pola pembagunan perekonomian yang paling cocok diterapkan di Indonesia adalah pola pembangunan perekonomian yang berorientasi pada penciptaan lapangan kerja. Ada beberapa alasan yang mendasari mengapa pola pembangunan perekonomian yang berorientasi pada penciptaan lapangan kerja dinilai paling cocock untuk diterapkan di Indonesia.
Pertama, jika pola pembangunan perekonomian yang berorientasi pada penciptaan lapangan kerja dapat dilakukan dengan baik, maka tujuan-tujuan umum dari pola pembangunan perekonomian lainnya juga akan tercapai. Atau dengan kata lain bahwa pola pembangunan yang berorientasi pada penciptaan lapangan kerja dapat mengakomodir tujuan-tujuan umu dari keseluruhan pola pembangunan perekonomian yang ada. Ketika lapangan kerja berhasil diciptakan, maka angkatan kerja aktiv dapat memperoleh pekerjaan. Dengan demikian, para pekerja akan mendapat imbalan (Upah/Gaji) yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka. Namun yang perlu diperhatikan terkait dengan hal ini adalah bagaimana kesesuaian antara tingkat upah dengan bidang pekerjaan yang dikerjakan oleh seorang tenaga kerja yang harus sesuai antara bidang dan berat pekerjaan dengan imbalan yang diterima. Keberhasilan penciptaan lapangan kerja juga akan mengakibatkan perekonomian bertumbuh. Jika lapangan kerja bertambah, maka output produksi dalam negeri akan naik juga. Dengan demikian pendapatan nasional juga akan naik sehingga perkonomian nasional dapat dikatakan bertumbuh. Penciptaan lapangan kerja juga akan membuat tingkat kemiskinan menurun. Lapangan kerja yang diciptakan akan menyerap tenaga kerja, maka pengangguran yang dalam hal ini disebut-sebut sebagai sebab utama tingginya tingkat kemiskinan akan berkurang jumlahnya dan lama kelamaan jumlahnya akan semakin sedikit.
Kedua, penciptaan lapangan kerja di dalam negeri akan mempermudah pemerintah dalam mengambil keputusan dan kebijakan dalam beberapa bidang lain selain bidang ekonomi. Terkait dengan hal ini, kenyataan bahwa hubungan Indonesia dengan Malaysia yang semakin hari semakin memburuk menjadi salah satu baan pertimbangan. Tercatat bahwa 21,7% tenaga buruh dan pembantu rumah tangga di Malaysia adalah Warga Negara Indonesia yang menjadi TKI disana. Jika lapangan kerja berhasil diciptakan di dalam negeri, bisa saja pemerintah mengambil kebijakan untuk menarik tenaga kerja yang ada di Malaysia untuk dipekerjakan di Indonesia. Dengan demikian, kekhawatiran pemerintah dalam mengambil kebijakan yang berhubungan dengan pertikaian dengan Malaysia akan lebih mudah karena pemerintah tidak perlu terlalu khawatir dengan tenaga kerja yang ada disana. Selain itu, nilai jual tenaga kerja Indonesia juga akan meningkat dimata internasional.
Ketiga, penciptan lapangan kerja akan menurunkan tingkat pertumbuhan jumlah penduduk. Alasan ketiga ini didasarkan pada fakta Negara Jepang yang mempunyai tingkat pertumbuhan jumlah penduduk yang rendah. Jika tingkat pengangguran rendah dan intensitas bekerja tinggi, masyarakat akan cenderung mengalokasikan waktu lebih banyak untuk bekerja dibanding hanya sekedar menganggur di rumah yang akan menyebabkan tingkat pertumbuhan jumlah penduduk tinggi. Hubungan lain dari alasan yang ketiga ini adalah jika masyarakat yang dalam hal ini adalah tenaga kerja, jika mempunyai karier yang mapan akan membuat tingkat perkawinan muda menurun. Karier yang mapan membuat sebagian orang lebih lama berfikir dalam menentukan pilihan menikah pada usia berapa. Jika tingkat kawin muda ini berhasil turun karena penciptaan lapangan kerja, maka pertumbuhan penduduk juga akan lebih kecil dan lebih mudah untuk dikendalikan.
Keempat, penciptaan lapangan kerja akan membuat perekonomian semakin stabil. Jika lapangan kerja jumlahnya sanggup untuk menampung jumlah tenaga kerja yang ada, maka perekonomian nasional lebih dapat dikendalikan. Hal ini terjadi karena kebutuhan dalam negeri dapat dipenuhi, lebih lanjut jika output produksi dapat di eksport ke luar negeri akan lebih memudahkan pemerintah dalam mengelola perekonomian.

Yang menjadi tantangannya adalah bagaimana pemerintah dapat mewujudkan jumlah lapangan kerja yang cukup untuk dapat menampung jumlah tenaga kerja yang sedemikian banyak_??

Pemerintah seharusnya tidak bekerja secara individualistis jika benar-benar ingin mewujudka hal ini. Pemerintah seharusnya dapat merangsang masuknya investor yang mau menginvestasikan modal untuk membangun suatu industri yang mampu menyerap tenaga kerja lokal. Hal ini terkait dengan kendala modal yang dimiliki pemerintah untuk membangun sebuah industri kebanyakan berasal dari hutang luar negeri sehingga dengan adanya investor, pemerintah tidak perlu melakukan peminjaman modal asing yang nantinya juga akan mempengaruhi jumlah hutang luat negeri. Sektor swasta juga harus diperhatikan demi penciptaan lapangan kerja yang banyak. Kerja sama antara pihak pemerintah dan swasta akan mempermudah dalam penciptaan lapangan kerja. Namun, tetap perlu pengawasan terhadap perusahaan swasta yang ada agar keuntungan tidak hanya didapat oleh pihak-pihak tertentu, tetapi dapat juga dimiliki oleh masyarakat luas. Pemerintah juga harus benar-benar membantu usaha kecil dan menengah yang dapat menerap tenaga kerja, khususnya usaha yang menggunakan konsep padat karya. Tidak hanya sebatas pemberian pinjaman modal, namunpengelolaan yang terarah juga akan membantu terwujudnya lapangan kerja yang mampu menyejahterakan rakyat.

JAYALAH INDONESIA, JAYALAH NEGERIKU_!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FILSAFAT-Filsafat Ilmu Ekonomi

·          Epistemologi ilmu ekonomi : Epistemologi ilmu ekonomi membahas tentang asal mula atau sumber, struktur, metode dan validitas ...