Senin, 17 September 2012

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN-Sekilas Tentang SIM dalam Perencanaan


1.      Banyak orang beranggapan bahwa merancang sistem informasi untuk sebuah perencanaan itu sulit. Banyak alasan yang mengemuka terkait dengan argumen ini. Orang beranggapan untuk merancang sebuah sistem perencanaan relativ sulit karena mereka harus mengetahui terlebih dahulu tujuan dari merancang sistem perencanaan tersebut atau dengan kata lain untuk apa sistem perencanaan itu dibuat. Baru setelah itu perancang sistem merancang sistem perencanaan yang dibutuhkan. Dalam merancang sistem perencanaan tersebut, terdapat elemen-elemen yang digunakan sebagai alat pencapaian tujuan. Dari elemen-elemen itulah dibuat menjadi subsistem-subsistem yang dimagsudkan sebagai alat untuk membuat sitem perencanaan tersebut. Selanjutnya antar satu subsistem dengan subsistem yang lain harus dihubungkan agar sistem perencanaan dapat terwujud untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Jadi, sebenarnya tingkat kesulitan pembuatan sistem perencanaan berbanding lurus dengan tujuan yang hendak dicapai dari pembuatan sistem tersebut. Semakin banyak dan semakin tinggi tujuan dari pembuatan sistem perencanan, maka semakin sulit juga dalam membuat sistem tersebut, begitu juga sebaliknya.
2.      Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah kumpulan beberapa komponen dalam sebuah organisasi atau badan yang berhubungan dengan proses menciptakan dan pengalihan informasi yang berguna, akurat, terpercaya, detail, cepat, dan relevan bagi kepentingan organisasi berikut sebagai bahan pengambilan keputusan kebijakan perusahaan. Ada kalanya manajer sebagai orang yang dituntut untuk mengembil keputusan kurang puas dengan SIM yang ada. Beberapa sebab yang mungkin terjadi adalah :
v  Informasi yang dihasilkan oleh SIM tidak akurat sehingga manajer tidak bisa mengambil keputusan karena informasi hasil SIM sebagai dasar pengambilan keputusan kurang atau tidak tepat.
v  Informasi yang dihasilkan oleh SIM tidak dapat dipercaya. Artinya, informasi tersebut tidak jelas sumbernya sehingga tidak diketahui tingkat kebenaran dan validitasnya, dengan demikian akan menyulitkan manajer dalam mengambil suatu keputusan untuk perusahaan.
v  Informsi yang didapat dari kinerja SIM kurang detail dan mengalami keterlambatan untuk digunakan. Informasi yang digunakan manajer untuk mengambil suatu kebijakan perusahaan haruslah detail dan tepat waktu. Informasi yang detail bertujuan untuk mengetahui konsekuensi atau risiko dan peluang keberhasilan akan keputusan yang akan diambil oleh perusahaan. Jika informasi yang digunakan dalam pengambilan keputusan kurang detail, maka keputusan yang diambil pun mempunyai tingkat keakuratan prediksi yang rendah. Ketepatan waktu dalam menghasilkan informasi yang berguna untuk mengambil suatu keputusan juga penting karena keputusan yang diambil harus segera diambil dan harus dipikirkan dengan seksama terlebih dahulu. Hal ini penting agar tidak terjadi keterlambatan pembuatan kebijakan perusahaan yang nantinya berpengaruh juga terhadap perusahaan. Terlebih, jika perusahaan dalam keadaan genting, sehingga setiap keputusan harus dibuat dengan cepat dan tepat.
v  Informasi yang diberikan SIM kepada manajer tidak relevan dengan kebutuhan manajer dalam membuat keputusan kebijakan perusahaan. Informasi yang diperlukan manajer adalah informasi yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan kebijakan perusahaan. Jika informasi yang diberikan SIM kepada manajer tidak dapat mendukung kerja manajer dalam membuat keputusan sama saja informasi tersebut tidak berguna dan kerja SIM dalam mempersiapkan informasi tersebut dapat dibilang percuma dan tidak efektiv.
3.      Sebuah SIM harus mampu memberikan informasi yang relevan dan toleran bagi bagi perusahaan. Ini berkaitan erat dengan standar mutu SIM yang diharapkan oleh perusahaan dari pembuatan SIM itu sendiri. Magsud dari informasi yang relevan adalah informasi yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan kebijakan perusahaan. Jadi dalam hal ini informasi dijadikan dasar manajer dalam membuat keputusan. Jika informasi yang diberikan SIM kepada manajer tidak dapat mendukung kerja manajer dalam membuat keputusan sama saja informasi tersebut tidak relevan bagi perusahaan dalam memenuhi kebutuhan perusahaan untuk mendapat informasi yang berguna untuk mengatasi persoalan-persoalan perusahaan. Selain relevan, informasi yang diharapkan perusahaan juga harus bersifat toleran. Artinya, informasi tersebut tidak boleh mengganggu keseimbangan perusahaan. Informasi juga harus memperhatikan semua bagian dalam perusahaan agar kerja perusahaan tidak akan timpang ketika informasi tersebut digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan yang nantinya akan diterapkan di perusahaan tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FILSAFAT-Filsafat Ilmu Ekonomi

·          Epistemologi ilmu ekonomi : Epistemologi ilmu ekonomi membahas tentang asal mula atau sumber, struktur, metode dan validitas ...