Rabu, 26 September 2012

PENDIDIKAN-Berpikir Kritis & Pengambilan Keputusan


BERPIKIR KRITIS DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

A.    BERPIKIR KRITIS
Berpikir kritis semakin dipandang perlu. Hampir setiap detik kita dituntut untuk berpikir kritis. Kita dituntut untuk tidak langsung menerima sesuatu secara utuh dan menganggapnya 100% benar. Kita harus mencari sebab dan bukti-bukti yang mendukung dari data-data yang kita terima setiap waktu. Untuk itulah setiap orang dituntut untuk dapat berpikir kritis.
1.      Pengertian Berpikir Kritis
Ada banyak pengertian tentang berpikir kritis. Definisi-definisi yang dikemukakan para tokoh antara lain dikemukakan oleh Richard Paul. Beliau mendefinisikan berpikir kritis sebagai :
“...proses merumuskan alasan yang tertib secara aktif dan terampil dari menyusun konsep, mengaplikasikan, menganalisis, mensintesis atau mengevaluasi informasi yang dikumpulkan melalui proses pengamatan, pengalaman, refleksi, pemberian alasan (reasoning) atau komunikasi sebagai dasar dalam menentukan tindakan.”[1]

Chance dan Mertes juga mengemukakan definisi berpikir kritis. Mereka mendefinisikan berpikir kritis sebagai :
“...sebuah proses yang sadar dan sengaja yang digunakan untuk menafsirkan dan mengevaluasi informasi dan pengalaman dengan sejumlah sikap reflektif dan kemampuan yang memandu keyakinan dan tindakan.”[2]

Berdasarkan dua definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa berpikir kritis adalah proses sadar dan sengaja dalam menafsirkan dan mengevaluasi informasi yang secara tertib dan terampil dilakukan mulai dari menyusun konsep, mengaplikasikan, menganalisis, mensintesis atau mengevaluasi informasi yang dikumpulkan melalui proses pengamatan, pengalaman, refleksi, pemberian alasan sebagai dasar dalam menentukan tindakan.
Inti dari kemampuan berpikir kritis terdiri dari enam kemampuan dasar yang diantaranya :
   Interpretasi : kategorisasi, dekode, mengklarifikasi makna
   Analisis : memeriksa gagasan, mengidentifikasi argumen
   Evaluasi : menilai pernyataan, menilai argumen
   Inferensi : mempertanyakan pernyataan, memikirkan alternatif, menarik kesimpulan, memecahkan masalah,  membuat keputusan
   Penjelasan : menyatakan masalah, menyatakan hasil,  mengemukakan kebenaran prosedur, mengemukakan argumen
   Regulasi diri : meneliti diri, mengoreksi diri
Sementara itu, berpikir kritis dapat diwujudkan dalam beberapa keterampilan. Beberapa keterampilan yang mencerminkan kemampuan berpikir kritis antara lain :
·         Merumuskan masalah : Memformulasikan bentuk pertanyaan yang memberi arah untuk memperoleh jawaban
·         Memberi argumen : Argumentasi atau alasan yang sesuai konteks, menunjukkan persamaan dan perbedaan dengan argumentasi komprehensif
·         Melakukan deduksi : Mendeduksi secara logis, kondisi logis deduktif, melakukan interpretasi terhadap pertanyaan
·         Melakukan induksi : Melakukan investigasi/pengumpulan data, membuat generalisasi dari data, membuat tabel dan grafik, membuat kesimpulan terkait dengan hipotesis
·         Melakukan evaluasi : Evaluasi diberikan berdasarkan fakta dan berdasar prinsip atau pedoman, memberikan alternatif penyelesaian masalah
·         Memutuskan dan melaksanakan : Memilih kemungkinan solusi, menentukan kemungkinan tindakan yang akan dilaksanakan


2.      Manfaat Berpikir Kritis
Ada beberapan manfaat yang dapat diambil oleh seseorang yang mampu berpikir kritis, diantaranya :
·      Membantu memperoleh pengetahuan untuk memperkuat argumen
·      Mampu mengumpulkan dan menafsirkan  informasi secara efektif
·      Mempermudah membuat kesimpulan dan menemukan solusi masalah berdasarkan alasan yang kuat
·      Dapat membiasakan diri untuk berpikiran terbuka
·      Mampu mengkomunikasikan gagasan, pendapat, dan solusi dengan jelas kepada lainnya
·      Mampu terhindar dari berbagai upaya penipuan, manipulasi, pembodohan, dan penyesatan

3.      Proses Berpikir Kritis
Pertama, proses berpikir kritis bermula dari ilmu  pengetahuan. Semua dimulai dengan mengetahui serta meningkatkan pemahaman mengenai topik yang sedang dipikirkan. Contohnya, jika kita berpikir mengenai bagaimana cara memperbaiki mesin, kita pasti memerlukan pengetahuan  mengenai cara kerja mesin dan sumber permasalahan sehingga terjadi kerusakan. Pada proses ini terjadi usaha meningkatkan pemahaman. Yang terjadi dalam proses ini adalah  seseorang mengerti tentang apa yang dipikirkannya. Jika tidak memahami apa yang kita pikirkan, maka kita sesungguhnya tidak dapat memikirkannya secara efektif.
Langkah berpikir kritis adalah menerapkan pikiran ke dalam tindakan atau  aplikasi. Jika kita  tidak dapat mengaplikasikan pemikiran dan pengetahuan pada kehidupan nyata, menerapkannya untuk hal yang bermanfaat bagi kehidupan,  maka sesungguhnya kita belum mengetahui dengan benar mengenai  pentingnya memikirkan suatu. Karena prinsip ini maka kemampuan berpikir yang ideal adalah dikuatkan dengan kemampuan memanfatkan atau merealisasikan pikirkan ke dalam bentuk tindakan. Jika langkah pemikiran seperti ini dapat dilalui, maka keterampilan lanjutan yang perlu ditingkatkan adalah menganalisis topik pemikiran. Langkah terakhir berpikir kritis adalah membuat sintesis. Ini adalah langkah dalam mengorganisir, menyusun konsep, menggubah, dan menciptakan hal baru yang dikembangkan dari yang sudah ada.

4.      Melatih Berpikir Kritis
Semua orang pada dasarnya dapat berpikir kritis karena kemampuan berpikir kritis dapat dilatih. Ada banyak pakar yang mengemukakan cara-cara yang dapat ditempuh seseorang untuk dapat memiliki kemampuan berpikir kritis. Cara-cara tersebut antara lain :
1.      Menghadapi hal-hal yang tidak biasa dihadapi.
2.      Mengembangkan kemampuan diri dalam menganalisis suatu objek.
3.      Mengembangkan kemampuan diri dalam membuat sintesis.
4.      Membiasakan diri untuk selalu melakukan evaluasi aktivitas.

B.     PENGAMBILAN KEPUTUSAN
1.      Pengertian Keputusan
Terdapat beberapa pengertian keputusan, diantaranya adalah sebagai berikut :
·         Menurut Ralp C. Davis, “keputusan adalah hasil pemecahan masalah yang dihadapinya dengan tegas. Suatu keputusan merupakan jawaban yang pasti terhadap suatu pertanyaan.”[3]
·         Menurut James A. F. Stoner, “keputusan adalah pemilihan diantara alternatif-alternatif.”[4]
·         Menurut Prof. Dr. Prajudi Atmosudirjo,SH. “keputusan adalah suatu pengakhiran dari proses pemikiran tentang suatu masalah atau problema untuk menjawab pertanyaan apa yang harus diperbuat guna mengatasi masalah tersebut, dengan menjatuhkan pilihan pada suatu alternatif.”[5]
Dari pengertian-pengertian keputusan di atas, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa keputusan adalah suatu pemecahan masalah sebagai suatu hukum situasi yang dilakukan melalui pemilihan satu alternatif dari beberapa alternatif. Definisi ini mengandung 3 arti. Setiap keputusan pasti didasarkan pada satu dasar logika atau pertimbangan. Keputusan diambil atas beberapa alternatif pilihan dan selalu ada tujuan yang ingin dicapai dari penetapan suatu keputusan. Sementara itu, pengambilan keputusan memiliki definisi tersendiri. Definisi pengambilan keputusan yang dikemukakan para ahli :
·         Menurut George R. Terry, pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku (kelakuan) tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada.
·         Menurut S.P. Siagian, pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap hakikat alternatif yang dihadapi dan mengambil tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling tepat.
·         Menurut James A.F. Stoner, pengambilan keputusan adalah proses yang digunakan untuk memilih suatu tindakan sebagai cara pemecahan masalah.
Berdasarkan beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan merupakan suatu proses pemilihan alternatif terbaik dari beberapa alternatif secara sistematis untuk ditindaklanjuti (digunakan) sebagai suatu cara pemecahan masalah.

2.      Proses Pengambilan Keputusan
Menurut Sir Francis Bacon Proses Pengambilan Keputusan terdiri atas 6 tahap, yaitu sebagai berikut :
1.      Merumuskan/mendefinisikan masalah. Tahap ini merupakan usaha untuk mencari permasalahan yang sebenarnya.
2.      Pengumpulan Informasi yang Relevan. Tahap ini merupakan pencarian faktor-faktor yang mungkin terjadi sehingga dapat diketahui penyebab timbulnya masalah.
3.      Mencari Alternatif Tindakan. Tahap ini merupakan pencarian kemungkinan yang dapat ditempuh berdasarkan data dan permasalahan yang ada.
4.      Analisis Alternatif. Tahap ini merupakan analisis terhadap setiap alternatif menurut kriteria tertentu yang sifatnya kualitatif atau kuantitatif.
5.      Memilih Alternatif Terbaik. Tahap ini merupakan pemilihan alternatif terbaik yang dilakukan atas kriteria dan skala prioritas tertentu.
6.      Melaksanakan Keputusan dan Evaluasi Hasil. Tahap ini merupakan tahap pelaksanaan dan pengambilan tindakan. Umumnya tindakan ini dituangkan ke dalam rencana tindakan. Evaluasi hasil memberikan masukan/umpan balik yang bergunan untuk memperbaiki suatu keputusan atau mengubah tujuan semula karena telah terjadi perubahan-perubahan.

3.      Berpikir Kritis dalam Proses Pengambilan Keputusan
Pemikiran kritis dibutuhkan dalam proses pengambilan keputusan. Jika melihat proses pengambilan keputusan, pemikiran kritis memiliki beberapa peranan, diantaranya :
1.      Membantu dalam mengindentifikasi masalah yang dihadapi
2.      Membantu dalam mengumpulkan informasi yang relevan
3.      Membantu dalam menganalisis alternatif-alternatif pemecahan masalah untuk menentukan pilihan terbaik
4.      Membantu mengevaluasi keputusan yang sudah diambil

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FILSAFAT-Filsafat Ilmu Ekonomi

·          Epistemologi ilmu ekonomi : Epistemologi ilmu ekonomi membahas tentang asal mula atau sumber, struktur, metode dan validitas ...