Senin, 17 September 2012

ORG-Apa Susahnya Bicara_??



Kita ini manusia dan perlu diketahui serta disadari bahwa setiap manusia dibekali Tuhan dengan berbagai “peralatan” untuk hidup. Ada banyak anugerah Tuhan yang dapat kita gunakan untuk saling mengenal dan menjalin hubungan dengan sesama manusia. Berhubungan dengan sesama manusia dapat dilakukan melalui beberapa cara, saling raba, saling sapa bahkan lewat telepati pun bisa dilakukan. Cara yang paling sering digunakan adalah dengan saling sapa. Proses saling sapa ini merupakan suatu bentuk komunikasi. Komunikasi sendiri dapat diartikan sebagai proses penyampaian pesan/informasi dari satu pihak kepada pihak lain. Ada beberapa hal yang mutlak diperlukan dalam berkomunikasi, antara lain :
1.      Komunikator               : Pemberi/Pihak yang menyampaikan informasi/pesan
2.      Komunikan                  : Penerima/Pihak yang menerima informasi/pesan
3.      Informasi/pesan            : Pengetahuan dari berbagai sumber

Satu hal penting yang mutlak dibutuhkan seseorang jika ingin aktiv dalam komunikasi adalah dengan menjadi komunikator. Komunikator yang baik adalah komunikator yang mempunyai keahlian dalam menyampaikan pesan/informasi. Komunikator adalah public speaker yang baik, oleh karena itu mereka harus mempunyai speaking skill yang baik pula. Public Speaking adalah seni dalam berkomunikasi yang dilakukan secara lisan tentang sesuatu hal atau topik dihadapan orang lain. Ada banyak kesempatan dimana seseorang dituntut untuk menjadi seorang public speaker seperti pada saat memimpin rapat, diskusi kelompok, berdebat, bercerita, menjadi moderator, memandu acara, presentasi, mengajar dan bahkan pada saat mengungkapkan cinta pada seseorang. Tujuan dari berbicara di hadapan orang lain antara lain :
1.      Mempengaruhi orang lain
2.      Mengajar dan mendidik orang lain
3.      Mengubah opini orang lain
4.      Memberikan penjelasan lebih lanjut
5.      Memberikan informasi

Ada beberapa metode dalam public speaking, namun secara garis besar dapat dikelompokkan ke dalam tiga metode, diantaranya :
1.      Impromtu speech : Tidak banyak persiapan, spontanitas.
2.      Manuscript speech : Persiapan matang, ada naskah atau acuan, melihat naskah dalam menyampaikan gagasan.
3.      Extemporaneous speech : Persiapan matang, tanpa naskah, penyampaian gagasan secara informatif dan komunikatif, bebas berimprovisasi.

Secara metodis, public speaking memang terlihat mudah. Namun, pada kenyataannya masih banyak orang yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang banyak, terutama ketika dituntut untuk bicara di depan orang banyak. Orang yang rendah diri atau depresif ialah mereka yang tidak pernah mencoba menunjukkan potensi yang ia miliki. Akibatnya, rasa percaya diri  tetap terkalahkan oleh rasa takut dan rasa gugup yang selalu membayangi pikirannya sebelum bertindak.
Dalam Melaksanakan Public Speaking maka dikenal Alur kegiatan Public Speaking yang tersusun dalam tahap-tahap berikut ini :
1.      Mengatasi hambatan pribadi. Banyak hal yang kadang mengganggu kita dalam menjadi komunikator yang baik. Berdasarkan penelitian terhadap 3.000 warga Amerika Serikat, gangguan yang paling dominan adalah rasa gugup, takut salah dan ketidakmampuan mengendalikan detak jantung. Perlu disadari bahwa ketakutan itu perlahan-lahan akan hilang apabila kita sering mencoba melakukan hal yang kita takutkan, lalu membuat kesalahan, dan kemudian dengan cermat mengambil pelajaran dari setiap pengalaman yang didapatkan. Seperti yang dinyatakan oleh Dale Carnegle, 2006, bahwa cara tercepat dan terbaik untuk mengalahkan rasa takut adalah dengan melakukan apa yang kita takutkan. Kiat-kiat menghadapi kecemasan, rasa grogi dan rasa takut antara lain :
·         Mengorganisasikan bahan/materi
·         Visualisasi
·         Berlatih
·         Kontak mata
·         Relaksasi dan pernafasan
2.      Public speaker terlebih dahulu harus memilih  pesan  yang  akan  disampaikan. Hal ini dilakukan untuk mensiasati tidak adanya kerancuan pesan karena tidak ada fokus masalah yang akan disampaikan. Perhatikan setiap informasi dengan tingkat kepentingannya dan urutan penyampaiannya. Biasanya, ada informasi yang saling terkait, hendaknya informasi yang saling terkait ini disampaikan secara sistematis untuk mempermudah audiens dalam memahami isi pesan.
3.      Public speaker merancang  tata  cara  penyampaian pesan. Yakni dengan menentukan akan memulai dengan bahasa apa, dengan gaya berbicara seperti apa, dan apakah hal-hal tersebut telah sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
·         Pendahuluan (Apa yang mau disampaikan, Tujuan penyampaian)
·         Dasar-dasar penyampaian (Kapasitas komunikator, Materi utama)
·         Gagasan utama dan sub gagasannya jika ada (Isi gagasan dan pertimbangan)
·         Kalimat peninjauan dan peneguhan (Sisi positif/negatif gagasan)
·         Kesimpulan (Harapan/Penekanan)
4.      Public speaker merencanakan  bagan  penyampaian  pesan. Yakni menentukan terlebih dahulu apa yang akan dilakukan diawal, tengah  hingga akhir. Baik dari pembukaan, joke sebagai selingan hingga kata-kata mutiara pembangkit semangat atau pembuka inspirasi.
5.      Public speaker menambahkan  isi  pesan  yang  disesuaikan  dengan  tujuan  public  speaking,  baik  ilmiah  maupun  bukan  ilmiah. Dengan melakukan kegiatan terakhir ini maka pesan yang disampaikan diharapkan dapat lebih bermakna. Dapat berupa pernyataan, pertanyaan ataupun kata-kata singkat yang merujuk pada suatu protes.

Beberapa ide yang dapat membantu anda untuk menjadi public speaker yang baik adalah sebagai berikut :
1.      Teknik pernafasan yang baik. Posisi yang baik untuk mengontrol pernapasan adalah berdiri tegak agar memberikan ruang yang lebih baik kepada paru-paru. Untuk berbicara di depan publik, diperlukan ruang suara yang solid agar dapat menyampaikan kalimat yang panjang pada volume suara yang benar.
2.   Pengaturan volume suara dan nadanya. Keberhasilan dalam berbicara tidak selalu ditentukan oleh kerasnya suara. Volume suara ketika berbicara di depan publik hanya sedikit lebih keras dari volume berbicara sehari-hari. Berbicara dengan volume keras hanya diperlukan pada bagian-bagian tertentu saja. Selebihnya, berbicara keras terlalu sering dapat menyebabkan tenggorokan rusak dan audiens pun bosan.
3.   Pembukaan yang baik. Pembukaan adalah kesan pertama, artinya hal itu dapat mempengaruhi pandangan audiens terhadap public speaker selama presentasi. Sesingkat apapun waktu untuk melakukan presentasi, pembukaan tetaplah harus penuh kehangatan. Pembukaan dapat dilakukan dengan sebuah ilustrasi atau cerita yang sedang marak, tetapi relevan dengan topik pembiaraan. Saat menyampaikannya, tunjukkan wajah yang bersahabat, ramah, dan dekat.
4.      Gunakanlah candaan ringan. Humor kemungkinan mengandung resiko. Hal ini dikarenakan oleh sifatnya yang universal, sedangkan selera tiap individu sanagt personal dan individual. Tetapi, meskipun mengandung resiko humor yang baik dapat menjadi awal yang efektif untuk mencari perhatian para pendengar. Bahan-bahan joke sangat luas, karena dapat diambil dari berbagai cerita, kasus sehari-hari, gambar iklan, pengalaman orang lain, hasil riset, dan sebagainya.

Beberapa hal yang perlu anda perhatikan supaya anda dapat menjadi public speaker yang baik antara lain sebagai berikut :
1.      Sedapat mungkin lakukanlah persiapan, entah sesingkat apapun itu. Persiapan akan membantu anda untuk lebih fokus pada materi atau pesan yang akan anda sampaikan. Oleh karena itu, disarankan jika anda mengikuti sebuah forum, bawalah ertas dan alat tulis untuk setidaknya dapat anda gunakan berbicara pada diri sendiri.
2.      Netralisir rasa gugup, grogi dan gemataran sebelum anda bicara. Dapat dilakukan dengan teknik pernafasan dan melakukan hal-hal yang anda senangi sebatas itu layak untuk dilakukan. Hal ini penting karena jika anda dapat “menjinakkan” diri anda sendiri, akan lebih mudah anda “menjinakkan” audiens.
3.      Buatlah diri anda nyaman dalam memberikan informasi, terutama ketika anda akan menjadi seseorang yang dominan dalam sebuah pembicaraan. Hal-hal yang harus anda perhatikan adalah penampilan anda. Cantik dan ganteng bukan ukuran, yang terpenting adalah bagaimana anda mampu membuat diri anda senyaman mungkin dengan style dan penampilan anda.
  1. Jangan terlalu memikirkan hal-hal negatif tentang public speaker seperti anggapan bahwa orang yang banyak bicara di dalam sebuah forum dinilai sebagai orang yang sok tahu dan terlalu banyak bicara.
  2. Yakinkan diri anda bahwa anda punya kemampuan untuk berbicara dihadapan orang banyak. Hal ini dibutuhkan siasat yang cerdas dan subjektif karena setiap orang punya cara yang berbeda dalam membuat dirinya mempunyai tingkat kepercayaan yang tinggi. Umumnya, dapat dilakukan dengan melihat track record diri sendiri dan track record audiens. Anda boleh acuhkan hal itu ketika anda punya keberanian yang tinggi. Yakinlah bahwa apa yang anda sampaikan itu penting untuk audiens.
  3. Lakukan pendahuluan sebaik mungkin untuk memunculkan kesan menarik pada awal pembicaraan supaya audiens juga tertarik dan penasaran dengan materi anda.
  4. Melatih penekanan intonasi suara agar presentasi hidup dan menarik.
  5. Pilihlah kata-kata yang mempunyai kekuatan.
  6. Tampil penuh Percaya diri dengan menjadikan Audience sebagai sahabat.
  7. Manajemen waktu dalam Presentasi.
  8. Melatih ketenangan, konsentrasi dan pengendalian diri saat tampil supaya dapat menajawab pertanyaan dari audiens.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FILSAFAT-Filsafat Ilmu Ekonomi

·          Epistemologi ilmu ekonomi : Epistemologi ilmu ekonomi membahas tentang asal mula atau sumber, struktur, metode dan validitas ...