Senin, 17 September 2012

EK.PEMBANGUNAN-Pembangunan Ekonomi Desa Samirono


BAB I
PENDAHULUAN

A.      LATAR BELAKANG
Dasa Samirono sebagai salah satu wilayah di Kabupaten Semarang yang dikenal sebagai daerah pertanian dan peternakan yang unggul, mempunyai potensi untuk lebih berkembang. Kekayaan sumber daya yang dimiliki oleh Desa Samirono sangatlah beragam, mulai dari sumber daya dibidang peternakan hingga potensi-potensi dibidang pertanian yang dapat dikembangkan untuk lebih menyejahterakan penduduknya. Dari kedua bidang inilah, harus dibuat sebuah model perencanaan pengembangan supaya sumber-sumber yang ada dapat dimaksimalkan dengan tujuan pengembangan ekonomi secara umum di Desa Samirono.
Dibidang pertanian, Desa Samirono mempunyai beberapa potensi yang belum dikembangkan secara maksimal. Lahan pertanian yang belum digarap secara maksimal membuat beberapa lahan tidak produktif. Tenaga kerja dibidang pertanian yang jumlahnya banyak namun belum mempunyai skill dan kemampuan yang cukup dalam pengolahan lahan membuat pola pengolahan lahan yang ada kurang baik, sehingga membuat lahan yang seharusnya dapat lebih produktif menjadi rusak dan akhirnya tidak dapat berproduksi lagi. Potensi penggunaan pupuk organik yang bersumber dari kotoran hewan ternak yang belum digunakan deengan baik karena tidak tahu bagaimana cara pengolahannya supaya menjadi pupuk yang baik juga merupakan salah satu potensi yang patut untuk dikembangkaan karena jumlah kotoran sapi di Desa Samirono cukup banyak mengingat mata pencaharian utama penduduk adalah beternak sapi. Serta keterbatasan pengetahuan pera petani dalam pengelolaan pertanian, khususnya dalam hal jenis pertanian yang dari tahun ketahun sama saja tanpa adanya variasi dan pengembangan. Dari uraian tersebut, sebenarnya Desa Samirono mempunyai potensi untuk lebih berkembang dalam bidang pertanian. Salah satu cara untuk mewujudkan perkembangan pertanian di Desa Samirono adalah dengan cara merancang suatu perencanaan pengembangan pertanian untuk membangun perekonomian desa secara umum yang lebih baik.
Bidang peternakan juga menjadi salah satu bidang pekerjaan utama bagi warga Desa Samirono di samping bidang pertanian. Bidang peternakan mempunyai potensi yang cukup besar untuk dapat dikembangkan secara bersamaan dengan bidang pertanian sebagai jalan dalam melakukan pembangunan ekonomi di Desa Samirono. Lebih dari sepertiga dari keseluruhan penduduk Desa Samirono mempunyai hewan peliharaan berupa sapi perah yang diandalkan untuk memproduksi susu setiap harinya. Susu sapi menjadi komoditi dagang yang cukup berprospek untuk dikembangkan ke arah dunia industri. Fakta lain yang menjadi sebuah modal dalam menuju dunia industri susu sapi adalah banyaknya loper susu atau pengumpul susu di Desa Samirono yang belum melakukan inovasi dan pengembangan variasi produk terkait dengan potensi susu sapi untuk dikembangkan di Desa Samirono. Besarnya potensi yang dimiliki oleh Desa Samirono dibidang peternakan inilah yang akan menjadi dasar dalam pengembangan perekonomian. Dasar-dasar peternakan yang sudah ada akan dikembangkan lagi supaya tercipta suatu kemajuan perekonomian yang disebabkan oleh perkembangan bidang peternakan.
Dari uraian potensi-potensi dari bidang pertanian dan peternakan di Desa Samirono inilah sebuah perencanaan pembangunan ekonomi harus mulai dibuat. Pengembangan terhadap usaha-usaha yang sudah ada serta pembuatan usaha-usaha baru dalam bidang pertanian dan peternakan inilah yang harus direncanakan dalam upaya lebih menyejahterakan masyarakat di daerah tersebut. Perencanaan yang dibuat haruslah disesuaikan juga dengan fakta-fakta yang ada, serta tidak boleh meninggalkan kajian-kajian teori yang ada dalam studi pembangunan supaya rencana yang dibuat lebih matang. Kajian teori tidak boleh ditinggalkan supaya rencana pembangunan dan pengembangan ekonomi ini mempunyai perbedaan kwalitas dari perncanaan-perencanaan yang sudah ada sebelumnya seperti Program Perencanaan Pengembangan Desa dan Kemasyarakatan (P3DK) atau Rencana Kerja Pemerintah Desa Samirono yang disusun oleh perangkat desa sebagai sebuah alur dan acuan kerja pejabat pemerintahan ditingkat desa di Desa Samirono. Teori-teori digunakan untuk lebih memantapkan sebah rencana pembangunan desa yang lebh ilmiah. Demikian makalah ini disusun dengan beberapa kajian teori sebagai sebuah acuan keilmuan sebagai tindakan nyata dari penerapan teori-teori ekonomi pembangunan di dalam kehiduan nyata khususnya dalam pembangunan ekonomi Desa Samirono.
B.      TUJUAN
1.      Tujuan Umum
Pembangunan ekonomi yang dilakukan di Desa Samirono melalui bidang peternakan dan pertanian menuju sebuah industri bertujuan untuk lebih mengoptimalkan sumber daya yang ada di Desa Samirono sebagai modal dalam menyejahterakan masyarakat melalui perencanaan pembangunan yang terarah, terawasi oleh pemerintah serta terlaksana secara serentak demi pertumbuhan ekonomi disemua lapisan masyarakat.
2.      Tujuan Khusus
·   Mengoptimalkan pengolahan sumber daya alam, sumber daya modal dan sumber daya manusia yang ada di Desa Samirono untuk melaksanakan pembangunan ekonomi.
·   Mengembangkan skill dan kemampuan masyarakat Desa Samirono dalam bidang pertanian dan peternakan melalui sebuah perencanaan pembangunan ekonomi yang ilmiah dengan tetap memperhatikan fakta-fakta dan kenyataan yang ada di dalam lingkungan sekitar sebagai modal utama dlam melaksanakan pembangunan ekonomi.
·   Menciptakan suatu peralihan struktur ekonomi yang semula berpusat pada pertanian dan peternakan yang sifatnya tradisional menjadi sebuah tatanan perekonomian yang mengarah pada dunia industri dengan tetap menggunakan bidang pertanian dan peternakan sebagai poros utama namun sudah mengalami perkembangan dari sisi sistem kerja dan pengelolaan secara lebih modern, terkonsep dan ilmiah.
·   Menumbuhkan gairah masyarakat untuk lebih inovatif dalam merancang kegiatan perekonomian agar usaha-usaha dalam masyarakat lebih variatif supaya dapat menghadapi perkembangan persaingan di era perdangangan bebas demi menyejahterakan masyarakat serta menciptakan suatu investasi jangka panjang yang dipersiapkan untuk menghadapi kemajuan jaman yang senanatiasa menuntut adanya perubahan yang disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.


BAB II
PENGENALAN OBJEK PEMBANGUNAN

A.      SUMBER DAYA MANUSIA
Sumber daya manusia yang ada di Desa Samirono terbilang masih perlu untuk dikembangkan. Opini ini muncul karena tingkat pendidikan formal yang masih sangat bervariasi. Ketimpangan antara kaum terpelajar dengan kaum buta huruf juga menjadi salah satu faktor yang mendukung adanya pengembangan sumber daya manusia di Desa Samirono melalui pendidikan formal. Faktor sumber daya manusia inilah yang akan menjadi faktor terpenting dalam rancangan pembangunan ekonomi ini. Sumber daya manusia dimaksudkan sebagai pelaku utama dalam pelaksanaan pembangunan ekonomi melalui bidang pertanian dan peternakan. Berikut data tingkat pendidikan akhir yang dienyam oleh penduduk Desa Samirono yang diambil pada Agustus 2009 :
TINGKAT PENDIDIKAN
TAMAT
MASIH MENGIKUTI
BUTA HURUF
413
0
SEKOLAH DASAR
661
79
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
211
64
SEKOLAH MENENGAH LANJUTAN
178
32
PENDIDIKAN TINGGI
36
7
JUMLAH
1499
182
Dari data tersebut, dapat dilihat bahwa sumber daya manusia yang ada di Desa Samirono masih membutuhkan perbaikan demi pelaksanaan pembangunan ekonomi. Perbaikan perlu dilakukan supaya kwalitas sumber daya manusia yang ada dapat lebih baik demi menunjang proses pembangunan ekonomi yang lebih baik dan merata.
Pembangunan ekonomi sebenarnya tidak tergantung sepenuhnya pada tingkat pendidikan yang ada pada masyarakat. Namun, pendidikan menjadi faktor yang sangat penting ketika sebuah pembangunan ekonomi akan dilaksanakan dengan dasar teori-teori ilmiah. Maka dari itu, perbaikan kwalitas dan kuantitas lulusan pendidikan menjadi satu tuntutan penting yang harus dihadapi dan dijawab demi memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang berkompeten dalam melaksanakan pembangunan ekonomi.
B.      SUMBER DAYA ALAM
Kekayaan alam sebagai modal alami dalam melakukan pembangunan ekonomi yang berbasis pada pertanian dan peternakan menjadi salah satu faktor yang penting mengingat bidang pertanian dan peternakan masih sangat bergantung pada kondisi alam sebagai penunjangnya. Di Desa Samirono sendiri, kekayaan alam masih sangat mendukung ketika pembangunan ekonomi yang berbasis pada bidang pertanian dan peternakan digunakan sebagai senjata utama untuk mewujudkan sebuah tatanan perekonomian yang berbasis pada perindustrian. Tanah yang digunakan sebagai lahan pertanian pun masih sangat luas. Luas lahan pertanian yang ada di Desa Samirono mencapai 4/5 bagian dari keseluruhan luas wilayah Desa Samirono yang mencapai 524,23 Ha. Jadi, bisa dibilang bahwa sumber daya alam yang ada, khususnya tanah masih sangat mumpuni untuk digunakan dalam pengembangan bidang pertanian dan peternakan.
Lahan pertanian umumnya digunakan oleh warga untuk menanam rumput gajah sebagai pakan ternak sapi yang mereka miliki. Namun, banyak pula yang menggunakannya sebagai lahan pertanian dengan konsep tanam musiman. Petani umumnya menggarap lahan mereka secara tradisional dengan peralatan yang sederhanan. Pertanian yang adapun juga masih sangat minim variasinya. Pada musim tanam tertentu, semua warga yang menggantungkan hidupnya dengan bertani akan menanam tanaman yang sama. Sehingga dapat dibayangkan bagaimana keadaannya jika musim panen datang. Hasil panen akan menjadi komoditi yang harganya murah. Denga  demikian, hasil rupiah yang didapat para petani juga tidak maksimal.
Kesuburan juga sangat mendukung. Tingkat kesuburan tahan menjadi satu andalan dan potensi besar yang perlu dikembangkan dalam melakukan pengembangan dan pembangunan ekonomi melalui bidang pertanian dan peternakan. Jenis tanah yang ada di wilayah Desa Samirono juga medukung ketika akan dipakai sebagai lahan pertanian holtikultura yang menuntut kadar humus yang tinggi.
Korelasi antara lahan pertanian yang digunaka  sebagai lahan pendukung peternakan dengan lahan yang secara khusus memang digunakan untuk bertani menjadi satu alasan penting mengapa bidang pertanian dan peternakan dipilih sebagai jalur utama dalam melaksanakan pembangunan ekonomi. Dua bidang ini selanjutnya akan diarahkan untuk menjadi bidang yang mampu bergerak ke arah industrialisasi sebagai bagian dari rencana pembentukan struktur ekonomi yang baru. Perindustrian yang dimaksud adalah sebuah wadah besar yang mampu menjadikan hasil pertanian dan peternakan menjadi sebuah komoditi dagang yang mempunyai daya jual yang lebih. Artinya, hasil-hasil pertanian dan peternakan akan menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi, baik yang melalui proses pengolahan terlebih dahulu, ataupun yang tidak mengalami proses pengolahan/perubahan bentuk.

C.      SUMBER DAYA MODAL
Permodalan yang ada di Desa Samirono bermacam jenis dan sumbernya. Khusus untuk modal yang digunakan dalam bidang pertanian dan peternakan ada dua jenis modal yaitu modal sendiri dari pelaku usaha dan modal pinjaman yang didapat pelaku usaha dari berbagai sumber. Sumber-sumber modal pinjaman berasal dari pihak pemerintah melalui kredit bunga lunak sampai kredit yang diberikan bank kepada masyarakat.
Banyak petani dan peternak menggunakan modal sendiri dalam melaksanakan usaha pertanian dan peternakannya. Mereka terkesan takut untuk melakukan pengembangan pertanian dan peternakan dengan modal yang berasal dari pinjaman. Maka dari itulah, pertanian dan peternakan yang ada dapat dikatakan stagnan. Hanya ada beberapa pihak yang mau dan berani menggunakan modal pinjaman untuk memperluas usahanya baik dengan ekstensifikas atau pun intensifikasi usaha.
Media-media yang digunakan para petani dan peternak untuk mendapatkan modal pinjaman pun masih dapat dikataka sangat sedikit. Persoalan prasyarat peminjaman juga menjadi salah satu alasan mengapa tidak banyak petani dan peternak yang berani melakukan peminjaman dana untuk memodali usaha mereka. Wadah kemasyarakatan seperti Paguyuban Ternak Desa Samirono dan Kelompok Tani Sari Asih Amanullah menjadi contoh sedikit media dan wahana bagi petani untuk mendapatkan sokongan modal untuk perluasan usaha mereka, baik dalam bidang pertanian maupun peternakan. Maka dari itu, pembentukkan struktur modal juga menjadi aspek penting dalam rencana pengembangan dan pembangunan ekonomi di Desa Samirono untuk mewujudkan usaha yang lebih luas dan variatif.
D.     STRUKTUR EKONOMI
Penjelasan tentang struktur perekonomian yang ada di Desa Samirono dapat dijelaskan melalui jenis pekerjaan yang ditekuni oleh warga masyarakat. Jenis pekerjaan yang ada sangat beragam jenisnya, mulai dari bidang pertanian dan peternakan yang jumlahnya terbanyak, hingga jenis pekerjaan yang lain seperti wiraswata, buruh pabrik, guru dan jabatan PNS lainnya serta beberapa jenis pekerjaan srabutan yang sifatnya tidak tetap. Berikut data jenis pekerjaan warga Desa Samirono yang diambil dari kelompok umur produktif (18-55 tahun) pada Bulan Agustus 2009 sebagai berikut :
JENIS PEKERJAAN
JUMLAH
PERTANIAN & PETERNAKAN
643
PNS
9
WIRASWASTA
77
BURUH TETAP
52
BURUH SRABUTAN
212
JUMLAH
993
Jika dilihat dari data di atas, maka potensi pengembangan perekonomian dengan mengandalkan bidang pertanian dan peternakan sangat tepat untuk diterapkan mengingat besarnya jumlah penduduk yang sudah menekuni bidang tersebut, ditambah dengan penduduk yang masih dapat dialihkan bidang pekerjaannya dari buruh srabutan yang sifatnya tidak mennentu bahkan sering menganggur, menjadi tenaga kerja dibidang pertanian dan peternakan. Sedangkan penduduk yang sebelumnya berprofesi sebagai wiraswasta juga menjadi satu modal dalam mengarahakan potensi dibidang pertanian dan peternakan untuk dialihkan kedalam sebuah perindustrian.
Bidang pekerjaan yang ada inilah yang menentukan struktur perekonomiannya. Dapat dikatakan bahwa struktir ekonomi Desa Samirono masih sangat bergantung pada bidang pertanian dan peternakan sebagai bidang utanma pekerjaan penduduk. Oleh karena itu, perencanaan pembangunan ekonomi ini harus dapat menampung kemungkinan-kemungkinan pergerakan peralihan bidang kerja penduduk dari satu bidang kebidang lain, khususnya yang mengarah pada bidang pertanian dan peternakan agar dapat menyokong upaya mewujudkan struktur ekonomi industri dengan pondasi pertanian dan peternakan.


BAB III
PERENCANAAN PEMBANGUNAN

A.      LANDASAN TEORI
Dalam membuat sebuah desain pembangunan ekonomi yang lebih ilmiah, dibutuhkan sumber-sumber yang sifatnya ilmiah pula. Sumber-sumber yang dimaksud adalah berbagai teori yang akan digunakan sebagai dasar dan acuan dalam pelaksanaan pembangunan perekonomian. Untuk mewujudkan sebuah perencaanaan dan desain pembangunan ekonomi yang berbasis pada pertanian dan peternakan untuk selanjutnya diarahkan menjadi sebuah perindustrian, maka ada beberapa teori yang digunakan, diantaranya :
·         Schumpeter :
Perkembangan adalah perubahan spontan dan terputus-putus dalam keadaan stasioner yang senantiasa mengubah dan mengganti situasi keseimbangan yang telah ada sebelumnya dengan situasi baru yang diharapkan mampu memberikan kondisi yang lebih baik secara keseluruhan.
·         A. Maddison :
Perubahan teknologi dianggap sebagai faktor paling penting di dalam proses perkembangan ekonomi. Perubahan tersebut berkaitan dengan perubahan di dalam metode produksi sebagai hasil pembaruan atau teknik produksi baru. Perubahan ini menaikkan produktivitas buruh, modal, dan faktor produksi lain.
·         Keynes :
Hubungan antara kenaikan investasi dan pendapatan, yaitu kenaikan tertentu pada investasi menyebabkan kenaikan yang berlipat pada pendapatan melalui kecenderungan berkonsumsi.
·         Higgins :
Dualisme teknologi berarti penggunaan berbagai fungsi produksi pada sektor maju dan sektor tradisional dalam perekonomian terbelakang. Sektor industri berbanding non industri, perbedaan produktivitas disebabkan oleh modal, penggunaan penggetahuan dan organisasi.
·         Fei-Ranis :
Suatu daerah yang kelebihan buruh dan perekonomian yang miskin sumberdaya, sebagian besar penduduk bergerak disektor pertanian di tengah pengangguran yang hebat dan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi. Ekonomi pertaniannya berhenti. Di sana terdapat sektor industri yang aktif dan dinamis. Pembangunan terdiri dari pengalokasian kembali surplus tenaga kerja pertanian yang sumbangannya terhadap output nol, ke industri dimana mereka menjadi produktif dengan upah yang sama.

B.      MODEL PEMBANGUNAN

INPUT

A

C

E

G

PROSES

OUTPUT

OUTCOME

B

F

D
 








KETERANGAN :
A.      Input dari pembangunan dan pengembangan perekonomian ini terbagi menjadi dua bagian penting. Input yang difokuskan untuk pengembangan perekonomian diantaranya adalah sumber daya manusia yang jumlahnya banyak yang dimaksudkan untuk diproses menjadi sumber daya siap kerja. Dalam hal ini, sumber daya yang dimaksud adalah penduduk yang masih menganggur atau berprofesi sebagai buruh srabutan. Input lainnya yang masih dimaksudkan sebagai input dalam pengembangan adalah teknologi pengolahan tanah dan metode pertanian serta pengelolaan peternakan yang lebih modern dan menggunankan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menyokong perkembangan sektor pertanian dan peternakan. Sementara itu, input yang dimaksudkan sebagai masukkan dalam membangun struktur  industri adalah tanaga kerja yang berpotensi dalam bidang industri baik yang berasal dari pengangguran maupun pihak-pihak yang sebelumnya telah bergerak dibidang wiraswasta yang berkeinginan untuk memperluas usahanya melalui perindustrian berbasis hasil ternak dan tani agar mampu menciptakan dan merangsang gairah perindustrian dengan memanfaatkan hasil dari bidang peternakan dan pertanian baik melalui inovasi, kreasi maupun discoveri.
B.      Setelah input atau masukkan dalam rangka pengembangan dan pembangunan perekonomian ini telah siap, maka selanjutnya akan memasuki tahap proses yang akan mengubah kwalitas dan kuantitas input sesuai dengan profil yang diinginkan.
C.      Tahapan proses adalah tahapan yang paling menentukan dalam pengembangan dan pembangunan struktur perekonomian yang baru dan lebih maju. Dalam tahapan proses ini, masukan atau input mengalami proses perubahan baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Tenaga kerja yang dipersiapkan untuk masuk dalam bidang peternakan dan pertanian diproses melalui pendidikan semi formal seperti pelatihan dan workshop agar menjadi tenaga kerja yang lebih berpengetahuan dan berketrampilan dalam bidang pertanian dan peternakan. Selanjutnya mereka juga dibekali dengan ketrampilan dalam menggunakan teknologi dalam menunjang kinerjanya dibidang kerja masing-masing. Pengenalan metode kerja yang lebih ilmiah juga dilakukan ditahap ini. Para tenga kerja yang sebelumnya hanya mengerti tentang metode-metode kerja tradisional yang dipelajari secara otodidak, dibekali dengan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengaplikasikan metode-metode pertanian dan peternakan yang lebih ilmiah dan modern. Untuk proses penciptaan suatu industri, dibutuhkan proses pengenalan dunia industri terlebih dahulu. Mulai dari bagaimana membangun sebuah industri hingga bagaimana mengelola sebuah industri supaya dapat bertahan lama. Tidak lupa juga dikenalkan dengan variabel-variabel lain yang harus diketahui ketika akan masuk dalam dunia industri seperti bagaimana mengelola persaingan dan penggunaan berbagai media dalam kegiatan perindustrian. Mengingat akan beratnya persaingan yang ada dalam dunia industri, masukan–masukkan yang ditujukan untuk melakukan pembangunan industri dengan dasar hasil pertanian dan peternakan juga harus dibekali dengan kemampuan untuk mengolah dan mengelola hasil-hasil pertanian dan peternakan tersebut agar dapat dijadikan sebagai komoditas industri yang dapat bersaing di pasar. Tujuannya adalah agar kegiatan industri yang ada dapat menjadi tombak baru dalam membangun perekonomian yang lebih maju dan berpotensi dalam meyejahterakan masyarakat. Khusus untuk Desa Samirono ini, kemampuan untuk menciptakan sebuah industri sangat penting karena dunia industri masih sangat asing bagi penduduknya. Maka dari itu, proses pengenalan menjadi moment terpenting dalam upaya pembangunan perekonomian yang berbasis pada bidang pertanian dan peternakan yeng menjadi bidang kerja utama saat ini yang diarahkan ke bidang industri di masa mendatang.
D.     Proses yang telah selesai mengolah masukan akan mengeluarkan atau menghasilkan keluaran. Dari keluaran inilah diharapkan struktur ekonomi dapat mulai dirubah. Keluaran akan menjadi modal ketika sebuah struktur ekonomi baru mulai dikembangkan dalam sebuah kelompok masyarakat.
E.      Output yang diharapkan dari sisi pengembangan adalah bagaimana perkembangan atau peningkatan hasil pertanian dan peternakan yang dihasilkan oleh sumber daya modal, sumber daya manusia dan sumber daya alam yang telah mengalami proses perubahan karena menjadi bagian dari pengembangan ini. Harapan perkembangan di Desa Samirono adalah peningkatan kwalitas dan kuantitas hasil pertanian dan peternakan karena terjadi peningkatan kwalitas tenaga kerja, peningkatan investasi modal yang masuk kedalam bidang pertanian dan peternakan serta bagaimana peran teknologi dalam membantu meningkatkan kwalitas dan kuantitas hasil pertanian dan peternakan. Dari sisi pembentukan bidang industri, diharapkan muncul usaha-usaha industrial yang bermodalkan hasil-hasil peternakan dan pertanian. Contoh hasil yang diharapkan dari usaha peternakan adalan munculnya industri pengolahan susu sapi yang jumlahnya melimpah di Desa Samirono agar menjadi sebuah produk yang dapat dikonsumsi secara langsung oleh konsumen terakhir. Belum lagi potensi hasil pertanian yang saat ini belum mampu untuk masuk ke dalam industri impor sayuran. Padahal ada banyak kesempatan dimana hasil pertanian yang kwalitasnya dibawah hasil pertanian di Desa Samirono telah mampu masuk dalam pasar tersebut. Sehingga diharapkan ada pihak yang mampu membawa hasil pertanian tersebut untuk bersaing dipasaran impor.
F.       Bermula dari output, ada harapan besar yang menjadi visi dalam pelaksanaan pengembangan dan pembangunan perekonomian di Desa Samirono yaitu kesejahteraan masyarakat dalam jangka waktu panjang. Proses pencapaian inilah yang akan menjadi proses dimana struktur perekonomian akan bergerak kearah industri sebagai poros utamanya.
G.     Yang manjadi outcome dari pelaksanaan pengembangan dan pembangunan perekonomian Desa Samirono adalah kesejahteraan masyarakat dalam jangka waktu panjang. Selain itu, pemerataan pendapatan dan penghapusan keniskinan juga menjadi visi yang termaktub dalam perencanaan pengembangan dan pembangunan perekonomian ini.

C.      STRATEGI PEMBANGUNAN
Ada beberapa strategi dan kiat yang perlu untuk dilakukan dalam rangka mensukseskan program pengembangan dan pembangunan perekonomian ini, diantaranya :
·         Pemilihan sumber daya manusia yang tepat pada bidang keahlian untuk dikembangkan, sehingga perlu adanya penyaringn bakat-bakat dalam penempatan seseorang sebagai pelaku pembangunan perekonomian melalui peternakan dan pertanian yang diarahkan utnuk menyokong berdirinya dunia industri.
·         Kerja sama dengan pemerintahan desa dalam pelaksanaan rencana pengembangan dan pembangunan karena dapat lebih efisien dan efektif. Selain itu, rencana pengembangan dan pembangunan ini juga dapat diintegrasikan denga program pemerintahan desa supaya benar-benar dapat berjalan dengan baik.
·         Penggunaan teknologi yang tepat guna. Artinya teknologi yang tersedia harus mampu dioptimakan dalam penggunaannya. Teknologi juga tidak boleh menyebabkan inefisiensi karena jika terjadi hal yang demikian akan membuat pemborosan yang menghilangkan esensi dari pengembangan dan pembangunan perekonomian ini untuk menjadi jembatan dalam memulai sebuah tatana perekonomian yang lebih modern, lebih efektif, lebih merata dan lebih berpotensi dalam menyejahtarakan rakyat atau penduduk yang ada di Desa Samirono.

BAB IV
PENUTUP

A.      KESIMPULAN
Rencana pengembangan dan pembangunan perekonomian di Desa Samirono ini menitik beratkan pada usaha untuk meningkatkan hasil pertanian dan peternakan yang notabenya sebagai bidang andalan masyarakat Desa Samirono saat ini untuk diarahkan menjadi sebuah perindustrian dengan tetap tidak menghilangkan sifat asli dari bidang pertanian dan peternakan.  Rencana pengembangan dan pembangunan perekonomian ini mempunyai keunggulan yaitu menggunaka beberapa teori dalam ekonomi pembangunan sebagai salah satu acuan dalam membuat strategi, model dan penciptaan konsep pikir pembangunan ekonomi yang lebih ilmiah dan terarah.

B.      SARAN
·         Dalam perencanaan pembangunan ekonomi seperti ini, perlu ada data yang akurat tentang modal-modal yang ada supaya pemilihan strategi dan metode pengembangan juga tidak mengalami kesalahan.
·         Penggunaan teori dalam perencanaan pengembangan dan pembangunan struktur ekonomi yang baru perlu diketahui efek sampingnya agar teori-teori tersebut tidak membuat suatu dampak yang akhirnya malah akan mementahkan fakta-fakta yang ada di lapangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FILSAFAT-Filsafat Ilmu Ekonomi

·          Epistemologi ilmu ekonomi : Epistemologi ilmu ekonomi membahas tentang asal mula atau sumber, struktur, metode dan validitas ...