Senin, 17 September 2012

ORGANISASI-Motivasi Berorganisasi


Pada dasarnya motivasi mempunyai 2 tujuan, ada yang menjadikannya untuk meraih kenikmatan dan menghindari dari rasa sakit atau kesulitan. Motivasi juga bisa dibagi menjadi 2 kelompok yang berbeda,yaitu motivasi dalam diri sendiri dan motivasi dalam berorganisasi.
a.       Motivasi dalam diri sendiri yang dimaksud adalah kita mempunyai motivasi yang mendukung diri sendiri untuk melakukan sesuatu yang tujuan akhirnya juga untuk diri sendiri walaupun motivasi itu bisa dari mana saja datangnya. Bisa benar-benar dari diri sendiri ataupun lingkungan sekitar (keluarga,teman,sahabat,atau siapa pun) dan hasil akhir dari motivasi ini adalah biasanya kepuasan batin karena melalui motivasi tersebut kita bisa mendapatkan hasil yang diinginkan
b.      Motivasi dalam berorganisasi, seperti pembahasan judul penulisan saya ini, yang dimaksud dalam motivasi ini adalah kita mempunyai motivasi dalam melakukan kegiatan-kegiatan di organisasi. Jika kita berorganisasi tidak mempunyai motivasi, maka kegiatan di dalamnya pun tidak akan berjalan dengan nyaman. Organisasi yang dimaksud disini bukan hanya organisasi dalam lingkungan kecil, dalam perusahaan pun itu bisa di masukkan ke dalam organisasi, contoh motivasi dalam organisasi perusahaan adalah kita mendapatkan dorongan agar bisa mencapai jabatan atau upah/gaji yang meningkat, dari dorongan itu kita bisa mendapatkan hasil yang diinginkan.

Mempunyai motivasi dalam berorganisasi sangat penting dimiliki, baik itu untuk diri sendiri atau pun untuk seluruh anggota/organisasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi berorganisasi sangat banyak, disini saya akan menyebutkan beberapa contoh nya :
a.       Kepemimpinan.
Pemimpin dan pengikut menjangkau luar batas-batas mereka dalam rangka untuk mengembangkan hubungan yang lebih efektif, prosedur, proses, dan penglihatan. Sebagian besar masalah organisasi saat ini adalah kurangnya kepemimpinan bukan bakat. Untungnya, orang-orang mulai menyadari bahwa kinerja dari peran kepemimpinan sangat penting tidak hanya untuk kesuksesan, tapi juga untuk bertahan hidup.
b.      Kepuasan.
Hal ini mendasarkan pendekatannya atas faktor-faktor kebutuhan dan kepuasan individu yang menyebabkannya bertindak dan berperilaku dengan cara tertentu. Teori ini memusatkan perhatian pada faktor-faktor dalam diri orang yang menguatkan, mengarahkan, mendukung dan menghentikannya perilakunya. Teori ini menjawab pertanyaan kebutuhan apa yang memuaskan dan mendorong semangat bekerka seorang. Hal ini yang memotivasi semangat bekerja seseorang adalah untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan materiil maupun non materiil yang diperoleh dari hasil pekerjaannya.
c.       Budaya Organisasi.
Menurut Schein (1991, p.53), budaya adalah pola dari asumsi dasar bahwa sekelompok tertentu telah mengembangkan suatu studi untuk mampu beradaptasi terhadap problema eksternal dan internal, sedangkan Susesno (1996, p.20) mengatakan bahwa budaya organisasi adalah cara atau pola bertindak perusahaan termasuk di dalamnya pola manajemen menengah, antara pimpinan dan karyawan,dan khususnya pola pengambilan keputusan manajemen menengah, antara pimpinan dan karyawan, dan khususnya pola pengambilan keputusan.
d.      Unsur gaji/upah.
Gaji/upah merupakan imbalan yang diberikan secara tetap kepada karyawan. Terdapat beberapa pendapat mengenai gaji/upah. Sikula (1981, p. 89) mengatakan istilah remuneration (sistem penggajian) mengandung pengertian sesuatu penghargaan (reward), pembayaran, atau penggantian biaya sebagai imbalan kerja atau balas jasa.
e.      Unsur keselamatan dan keamanan kerja.
Keselamatan dan keamanan kerja adalah perasaan aman dan tenteram pada diri pekerja, bebas dari rasa takut akan penghidupannya dimasa datang, karena ada jaminan akan pekerjaannya apabila terjadi sesuatu atas dirinya. Keselamatan kerja dalam hal ini merupakan keselamatan pekerja yang berkaitan dengan mesin, alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya, serta cara-cara melakukan pekerjaan. Para pekerja dalam melaksanakan tugas-tugasnya perlu mendapatkan perlindungan keselamatan kerja agar aman dalam melakukan pekerjaan sehari-hari sehingga produksi dan produktifitas meningkat.
f.        Unsur kebutuhan sosial.
Suasana kerja yang harmonis perlu diciptakan di tempat kerja agar para pekerja dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik. Handoko (1989, p.145) mengatakan kebutuhan sosial secara teoritis adalah kebutuhan akan cinta, persahabatan, perasaan memiliki dan diterima kelompok, kekeluargaan serta sosial. Perilaku seseorang sering kali dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial tertentu seperti kelompok referensi, keluarga, status dan peranan sosial mereka. Sedangkan secara terapan adalah kelompok-kelompok formal, kegiatan-kegiatan yang disponsori oleh perusahaan atau acara peringatan- peringatan hari bersejarah.
g.       Unsur lingkungan kerja.
Faktor lingkungan kerja merupakan salah satu yang terpenting dari faktor- faktor yang lain. Lingkungan kerja yang tidak memenuhi syarat-syarat kesehatan akan menyebabkan menurunnya tingkat produktivitas kerja karyawan. Lingkungan kerja terdiri dari faktor-faktor fisik dan hubungan antar manusia dalam perusahaan/organisasi. Lingkungan kerja yang dimaksud di sini adalah iklim atau suasana kerja yang berhubungan dengan hubungan fisik yaitu: tempat kerja luas, bersih, sehat, dan membuat karyawan merasa betah bekerja, sehingga mempengaruhi disiplin dan produktivitas kerja.
h.      Unsur penghargaan.
Penghargaan merupakan salah satu kebutuhan manusia. Adalah wajar jika manusia yang telah berusaha dan bekerja dengan baik ingin dihargai oleh orang lain, seperti pekerja bagian operasional yang telah berusaha dan bekerja dengan sebaik-baiknya ingin dihargai oleh atasannya. Penghargaan sering disamakan dengan insentif, karena mempunyai persamaan sifat dan makna.
i.         Unsur aktualisasi diri.
Kebutuhan aktualisasi diri merupakan kebutuhan pemenuhan diri, untuk mempergunakan potensi diri, pengembangan diri, dan melakukan apa saja yang paling cocok serta menyelesaikan pekerjaannya sendiri. Kebutuhan untuk aktualisasi diri merupakan tingkat kebutuhan yang paling tinggi. Dalam memenuhi kebutuhan puncak ini biasanya seseorang bertindak bukan atas dorongan orang lain, tetapi karena kesadaran dan keinginan diri sendiri. Dalam kondisi ini, seseorang ingin memperlihatkan kemampuan diri merupakan kebutuhan untuk mewujudkan kemampuan serta mengembangkan diri karyawan.

1 komentar:

  1. Baguss pak postingannya,,, jadi motivasi saya untk terjun ke organisasi,,,
    hehehe

    BalasHapus

FILSAFAT-Filsafat Ilmu Ekonomi

·          Epistemologi ilmu ekonomi : Epistemologi ilmu ekonomi membahas tentang asal mula atau sumber, struktur, metode dan validitas ...